Dracin Terbaru: Kau Memelukku Di Dunia Ini, Tanpa Tahu Aku Yang Membunuhmu Dulu



**Kau Memelukku di Dunia Ini, Tanpa Tahu Aku yang Membunuhmu Dulu** Aroma *guihua* di malam musim gugur selalu membawaku kembali ke masa lalu. Bukan masa lalu yang kurasakan di tulangku sekarang, melainkan masa lalu… lain. Masa lalu yang berlumuran darah dan dendam. Di dunia ini, aku adalah Lan Yue, seorang pelukis muda yang hidup tenang di kaki Gunung Tai. Di dunia **ITU**, aku adalah Putri Lian, ratu yang dikhianati. Dia, Han Xing, jendral kepercayaan kerajaanku, sahabat terdekatku, kekasih yang kucintai dengan segenap jiwa. Dia membunuhku. Dia merebut takhta dengan dalih menyelamatkan rakyat dari tirani. Tapi aku tahu. Aku *SELALU* tahu. Kekuasaan adalah candu. Di sini, di kehidupanku yang baru, dia adalah seorang pedagang kain sutra kaya raya. Tatapannya masih sama; sorot mata yang dulu membuatku merasa aman, kini membuatku menggigil. Han Xing, atau sekarang dipanggil Li Wei, tidak mengenaliku. Dia melihatku sebagai Lan Yue, pelukis muda biasa, bukan Putri Lian yang dulu memerintah kerajaannya. Kejadian-kejadian kecil mulai menyeruak dalam ingatan. Penggalan mimpi yang terasa begitu nyata: suara pedang beradu, bau mesiu, dan wajah Han Xing yang dingin saat menusukku. Sakitnya masih terasa. **SAKITNYA!** Li Wei sering mengunjungiku, membeli lukisan, dan mengajakku minum teh. Dia memelukku. *Dia benar-benar memelukku!* Di saat itulah, ingatan itu menyeruak sepenuhnya. Dendam yang kupendam selama ratusan tahun bergejolak dalam diriku. Aku tidak akan membunuhnya. Tidak di dunia ini. Aku akan merenggut semua yang dia cintai. Caraku berbeda. Aku akan menghancurkannya dari dalam. Dengan senyuman termanis yang bisa kupalsukan, aku menerima lamarannya. Dia akan menikahi Putri Lian-nya, dalam wujud yang sama sekali baru. Di hari pernikahan, aku memberikan sebuah lukisan. Lukisan dirinya, di tengah padang bunga *guihua*, dengan pedang berlumuran darah di tangannya. Di balik lukisan itu, tertulis dalam tinta merah menyala: *"Kau pantas mendapatkan ini."* Aku pergi. Aku menghilang dari hidupnya, meninggalkan dia dengan ingatan masa lalu yang mungkin atau mungkin tidak akan menghantuinya. Aku meninggalkan dia dengan penyesalan yang mungkin atau mungkin tidak akan menggerogotinya sampai mati. Dendam telah terbalaskan, bukan dengan pedang, melainkan dengan **PILIHAN**. Aku mengubah takdirnya, menjauhkannya dari kebahagiaan. Aku menjatuhkan hatinya ke dalam jurang yang lebih dalam daripada yang dulu dia buat untukku. Aku berjalan menjauh, mendengar langkah kakinya mengejar di belakangku. Dia memanggil namaku, bukan Lan Yue, bukan Putri Lian, melainkan sebuah nama… yang belum aku ketahui. Mungkin di kehidupan selanjutnya, kita akan bertemu lagi, dan kau akhirnya akan tahu siapa aku sebenarnya, Han Xing… dan kau akan membayar semuanya.
You Might Also Like: Uncover Clues Identifying Coyote Damage

Post a Comment

Previous Post Next Post