Drama Baru! Tangisan Di Balik Mahkota Yang Retak



Baiklah, inilah kisah pendek bergaya dracin absurd yang kamu minta: **Tangisan di Balik Mahkota yang Retak** Langit Jakarta, tahun 2047, berwarna senja permanen. Matahari entah kemana, mungkin sedang liburan di planet lain. Di balik jendela apartemennya yang kumuh namun *futuristik*, Anya menatap layar hologramnya yang berkedip-kedip. Chatnya dengan Kai masih menggantung di status “sedang mengetik…”. Sudah tiga hari. "Dasar robot sinting! Bisa-bisanya dia hilang sinyal lagi," gerutunya, suaranya tenggelam dalam gemuruh *drone* pengantar makanan yang melintas di luar. Anya, seorang *coder* pemberontak yang mencoba meretas sejarah, hidup di dunia di mana kenangan adalah komoditas, dan cinta adalah virus yang berbahaya. Di sisi lain, di Jogja, tahun 1947, Kai berdiri di bawah pohon beringin keramat, menggenggam sepucuk surat usang. Aroma dupa dan tembakau kretek menusuk hidungnya. Di surat itu, tertera tulisan tangan Anya, atau lebih tepatnya, salinan digital tulisan Anya yang dikirim melalui *portal waktu* ilegal yang baru saja ia temukan. "Anya, di mana kamu? Apakah *perang* ini akan merenggutmu?" bisik Kai, seorang pejuang kemerdekaan yang idealis. Dunia Kai adalah dunia bambu runcing, radio transistor rusak, dan janji kemerdekaan yang masih jauh dari kenyataan. Mereka bertemu secara virtual, di sebuah forum *underground* yang membahas anomali waktu. Awalnya hanya rasa penasaran, kemudian tumbuh menjadi sesuatu yang lebih dalam, lebih *absurd* dari matematika kuantum. Anya jatuh cinta pada semangat perjuangan Kai, Kai terpesona oleh kecerdasan dan keberanian Anya. Tapi mereka terpisah oleh jarak waktu, oleh dunia yang berbeda, oleh **SINYAL** yang sering putus. Anya mencoba mencari cara untuk membawa Kai ke masanya, tapi setiap usahanya selalu berakhir dengan kegagalan. Portal waktu itu labil, berbahaya, dan selalu *error*. Kai, sebaliknya, mencoba mengubah sejarah agar Anya tidak pernah hidup di dunia distopia. Tapi setiap tindakannya hanya memperburuk keadaan. Suatu malam, Anya menemukan sebuah anomali dalam kode sejarah. Ternyata, Kai bukanlah orang yang ia kira. Ia adalah **BAYANGAN**, sebuah *glitch* dalam matriks waktu, sebuah entitas yang diciptakan oleh kerinduan Anya sendiri. Selama ini, Anya mencintai sebuah *ECHO*, sebuah *fatamorgana* dari masa lalu. Layar hologram Anya mati total. Di Jogja, Kai menghilang, melebur ke dalam kabut pagi. Sebelum kegelapan menelan segalanya, Anya mengirimkan pesan terakhir ke alam semesta: "Jangan lupakan *nama*ku…"
You Might Also Like: Drama Abiss Kau Mati Dengan Namaku Di

Post a Comment

Previous Post Next Post