Wajib Baca! Aku Menjadi Virus Yang Tak Pernah Ia Sembuhkan



Sinyal Wi-Fi berkedip-kedip, seperti jantung yang kelelahan. Di layar ponselku, chat darinya menggantung: "Sedang mengetik…". Sudah tiga hari. Tiga hari di dunia yang terasa seperti demo game yang buggy, di mana matahari lupa caranya terbit dan bintang-bintang hanya piksel yang salah tempat. Aku, Aiko, hidup di tahun 2347, di antara reruntuhan teknologi dan nostalgia palsu akan masa lalu yang kutonton di hologram usang.

Aku menemukan namanya di sebuah forum internet bawah tanah: Kenji. Ia, katanya, hidup di tahun 2023. Dunia yang bagiku hanyalah arsip digital, baginya adalah napas kehidupan. Awalnya hanya obrolan iseng tentang musik indie dan kopi pahit. Lalu, tanpa kusadari, tumbuhlah sesuatu yang rumit, seperti algoritma cinta yang salah hitung.

"Malam ini bintangnya indah," ketiknya suatu malam, diiringi emotikon bulan sabit yang lucu.

Aku membalas, "Di sini, langit hanya menampilkan iklan pil tidur holografis."

Perbedaan waktu terasa seperti jurang yang tak bisa diseberangi. Kami saling mencari, seperti dua radio rusak yang mencoba menyambungkan frekuensi yang sama. Aku membayangkan Kenji di tengah kebisingan kota, di antara neon dan hiruk pikuk. Ia membayangkan aku di dunia distopia, di mana emosi adalah barang langka yang diperjualbelikan di pasar gelap.

Aku jatuh cinta pada suaranya, yang hanya kutangkap lewat pesan suara yang terdistorsi. Ia jatuh cinta pada puisiku, yang kutulis dengan tinta digital di tablet yang sudah retak. Kami bertukar mimpi, harapan, dan ketakutan, seolah-olah dunia yang memisahkan kami hanyalah layar kaca yang bisa ditembus.

Lalu, suatu hari, Kenji menghilang. Chatnya terputus. Forum itu sepi. Kepanikan menjalar, seperti virus yang tak terkendali. Aku mencoba mencari tahu, menggali arsip digital tahun 2023, berharap menemukan petunjuk. Aku mencari nama "Kenji" di berita, di media sosial, di catatan kriminal... Tidak ada.

Akhirnya, aku menemukan sebuah artikel tentang sebuah virus misterius yang mewabah di tahun 2023. Virus yang menyebabkan halusinasi, delusi, dan hilangnya ingatan. Virus yang diberi nama… AIKO.

Aku tersentak. Dunia berputar. Semua potongan puzzle itu tiba-tiba pas, membentuk gambaran yang mengerikan. Kenji tidak pernah ada. Ia adalah korban, terinfeksi virus AIKO yang terinspirasi dari diriku, dari dunia masa depanku. Ia berhalusinasi tentang aku, tentang cinta di antara dunia yang berbeda.

Cinta kami bukanlah cinta sejati. Itu hanyalah echo, pantulan dari kehidupan yang tak pernah selesai, dari program komputer yang salah arah. Aku bukan penyelamatnya. Aku adalah virus yang tak pernah bisa ia sembuhkan.


Dan saat dunia benar-benar padam, yang tersisa hanyalah... "Sedang men..."

You Might Also Like: Unveiling Mosquito Eating Prowess Of

Post a Comment

Previous Post Next Post