Drama Populer: Aku Menatapmu Dari Altar, Tapi Surga Menutup Pintunya



Baiklah, inilah kisah pendek Dracin yang kamu minta: **Aku Menatapmu dari Altar, Tapi Surga Menutup Pintunya** Angin berbisik melewati tirai sutra merah yang membungkus altar. Aroma dupa cendana dan getah pinus memenuhi udara, serupa aroma yang selalu menghantuiku dalam mimpi-mimpi singkat. Aku, Lin Wei, Putri Mahkota yang seharusnya dipuja, berdiri di sini, kaku seperti patung giok. Di depanku, berdiri pria yang akan kunikahi: Pangeran Zhao, senyumnya setulus kilatan pedang. Ada **KEMURAMAN** yang merayap di hatiku. Semuanya terasa asing sekaligus familiar. Mimpi-mimpi itu… fragmen-fragmen kehidupan lain, kehidupan di mana aku bukan Lin Wei, melainkan Mei Lan, seorang tabib istana yang dicintai Kaisar dan… dikhianati. *Pengkhianatan*. Kata itu bergaung dalam dadaku, terasa pahit seperti empedu. Aku menatap Zhao. Garis rahangnya tegas, matanya menyimpan kecerdasan yang licik. Di kehidupan Mei Lan, dia adalah Jenderal Agung, sahabat terdekat Kaisar, dan... kekasih gelapku. Dialah yang meracuni Kaisar, dialah yang menuduhku berkhianat, dialah yang menyeretku ke tiang gantungan. Ingatan itu, perlahan tapi pasti, menyelimuti benakku seperti kabut malam. Setiap tatapan Zhao, setiap sentuhannya, terasa seperti bara api yang membakar kulitku. Dulu, aku tergila-gila padanya. Sekarang, aku melihat monster di balik topeng ketampanannya. Upacara pernikahan berlanjut. Para tetua melantunkan doa-doa panjang. Aku harus mengucapkan sumpah setia. Bibirku bergetar. "Lin Wei, bersediakah engkau…" suara tetua bergema. Aku menarik napas dalam-dalam. Aku melihat ke sekeliling, melihat wajah-wajah yang menanti, yang berharap. Aku melihat ibuku, permaisuri yang rapuh, dan ayahku, kaisar yang bijaksana namun kini sakit-sakitan. Dan kemudian, aku melihat Zhao, matanya menyipit, seolah tahu apa yang akan kulakukan. "TIDAK!" Suara itu membelah keheningan seperti petir. Semua mata tertuju padaku. "Aku… aku tidak bisa menikahi Pangeran Zhao." Alasan yang kulontarkan hanyalah kebohongan belaka: “Hatiku sudah dimiliki orang lain.” Kebohongan ini menyelamatkan nyawa mereka. Jika aku menjadi Ratu, jika Zhao naik takhta, dia akan menghancurkan kerajaan ini, sama seperti dia menghancurkan hidupku dulu. Dengan menolak pernikahan ini, aku menggagalkan rencananya. Aku memilih untuk hidup dalam pengasingan, di sebuah biara terpencil, daripada melihat kerajaan ini hancur di tangannya. Zhao tidak bisa membunuhku sekarang. Aku adalah putri kaisar. Menyakitiku akan memicu perang saudara. Tapi aku tahu, dia tidak akan menyerah. Dia hanya akan menunggu, merencanakan balas dendam yang lebih kejam. Saat aku berbalik, berjalan menjauh dari altar, menjauh dari takdir yang hampir mengurungku, aku menatap mata Zhao sekali lagi. Di sana, aku melihat kekalahan, kemarahan, dan… ketakutan. Aku telah menang. Balas dendamku selesai. Aku mengubah takdir, bukan untuk diriku sendiri, tetapi untuk orang lain. Aku memilih untuk melindungi mereka, bahkan jika itu berarti mengorbankan kebahagiaanku. Dan saat aku melangkah keluar dari istana, meninggalkan kemewahan dan kekuasaan, aku mendengar bisikan angin: *Kita akan bertemu lagi, Mei Lan… di kehidupan selanjutnya.*
You Might Also Like: 0895403292432 Skincare Halal Dan Aman

Post a Comment

Previous Post Next Post